Sabtu, 18 Desember 2010

Pengaturan Setting Dial-up Modem CDMA dan GSM

CDMA

  1. Esia (Time). Dial Up Number: #777; User Name: esia; Password: esia.
  2. Starone. Dial Up Number: #777; User Name: starone; Password: indosat.
  3. Mobile 8 – Fren. Dial Up Number: #777; User Name: m8; Password: m8.
  4. Telkom Flexi – Classy/Trendy (Time). Dial Up Number: 080989999; User Name: telkomnet@instan; Password: telkom; Extra Setting: at+crm=0.
  5. Telkom Flexi – Classy/Trendy (Data). Dial Up Number: #777; User Name: telkomnet@flexi; Password: telkom; Extra Setting: at+crm=1.

GSM

  1. XL – Xplor/Bebas/Jempol (Data). Dial Up Number: *99***1#; User Name: xlgprs; Password: proxl; Acces Point: www.xlgprs.net; Extra Setting: at+cgdcont=1,”IP”,”www.xlgprs.net”.
  2. Indosat – IM3 (Time). Dial Up Number: *99***1#; User Name: indosat@durasi; Password: indosat@durasi ; Acces Point: www.indosat-m3.net; Extra Setting: at+cgdcont=1,”IP”,”www.indosat-m3.net”.
  3. Indosat – IM3 (Data). Dial Up Number: *99***1#; User Name: gprs; Password: im3; Acces Point: www.indosat-m3.net; Extra Setting: at+cgdcont=1,”IP”,”www.indosat-m3.net”.
  4. Indosat – Mentari (Data). Dial Up Number: *99***1#; User Name: indosat; Password: indosat; Acces Point: www.satelindogprs.com; Extra Setting: at+cgdcont=1,”IP”,”www.satelindogprs.com”
  5. Indosat – Matrix (Data). Dial Up Number: *99***1#; Acces Point: www.satelindogprs.com; Extra Setting: at+cgdcont=1,”IP”,”www.satelindogprs.com”.
  6. Telkomsel GPRS – Halo/Simpati/As (Data). Dial Up Number: *99***1#; User Name: wap; Password: wap123; Acces Point: TELKOMSEL; Extra Setting: at+cgdcont=1,”IP”,”internet”
  7. Telkomsel Flash – Halo/Simpati/As (Time). Dial Up Number: *99***1#;  Acces Point: FLASH; Extra Setting: at+cgdcont=1,”IP”,”flash”

Rabu, 10 November 2010

FlowMap

A. Pengertian


Flowmap adalah penggambaran secara grafik dari langkah - langkah dan urutan prosedur dari suatu program. Flowmap berguna untuk membantu analis dan programer untuk memecahkan masalah kedalam segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif pengoperasian. Biasanya flowmap mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu dipelajari dan dievaluasi lebih lanjut.


B. Aturan Membuat Flowmap


Untuk membuat sebuah analisis menggunakan flowmap seorang analis dan programer memerlukan beberapa tahapan, diantarnya:
1. Flowmap digambarkan dari halaman atas ke bawah dan dari kiri ke kanan.
2. Aktivitas yang digambarkan harus didefinisikan secara hati-hati dan definisi ini harus dapat
dimengerti oleh pembacanya.
3. Kapan aktivitas dimulai dan berakhir harus ditentukan secara jelas.
4. Setiap langkah dari aktivitas harus diuraikan dengan menggunakan deskripsi kata kerja,
misalkan MENGHITUNG PAJAK PENJUALAN.
5. Setiap langkah dari aktivitas harus berada pada urutan yang benar.
6. Lingkup dan range dari aktifitas yang sedang digambarkan harus ditelusuri dengan hati-hati.
Percabangan-percabangan yang memotong aktivitas yang sedang digambarkan tidak perlu
digambarkan pada flowchart yang sama. Simbol konektor harus digunakan dan
percabangannya diletakan pada halaman yang terpisah atau hilangkan seluruhnya bila
percabangannya tidak berkaitan dengan sistem.
7. Gunakan simbol-simbol flowchart yang standar.


C. Jenis - Jenis Flowchart
Flowchart memiliki lima jenis, dinataranya:
1. Flowchart Sistem (System Flowchart)
2. Flowchart Paperwork / Flowchart Dokumen (Document Flowchart)
3. Flowchart Skematik (Schematic Flowchart)
4. Flowchart Program (Program Flowchart)
5. Flowchart Proses (Process Flowchart).


D. Simbol Flowmap
Fungsinya: mendefinisikan hubungan antara bagian (pelaku proses), proses (manual/berbasis komputer) dan aliran data (dalam bentuk dokumen keluaran dan masukan) Simbol-simbol System Procedure Diagram:

Data Flow Diagram (DFD)

A. Pengertian DFD

Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, terstruktur dan jelas, atau DFD dapat pula diartikan sebagai alat bantu dalam menggambarkan atau menjelaskan sistem yang sedang berjalan logis (http://id.wikipedia.org/wiki/Data_flow_diagram).
DFD dipergunakan dalam penggambaran utama yaitu untuk membuat dokumentasi dari sistem infomasi yang ada, dan juga DFD dapat dipergunakan untuk menyusun dokumentasi untuk sistem informasi yang baru.

B. Komponen

Komponen - komponen DFD menurut Yourdan dan DeMarco adalah:

1. Terminator / Entitas Luar
Terminator mewakili entitas Eksternal yang berkomunikasi dengan sistem yang sedang dikembangkan . Biasanya terminator dikenal dengan nama entitas luar (external entity).
Terminator mempunyai dua jenis:
1. Terminator sumber (source)
2. Terminator Tujuan (sink)
2. Proses
Proses menggambarkan bagian dari sistem yang mentransformasikan input menjadi output. Proses diberi nama untuk menjelaskan proses/kegiatan apa yang sedang/akan dilaksanakan. Pemberian nama menggunakan kata kerja transitif (kata kerja yang membutuhkan obyek).
3. Komponen Data Store
Komponen ini digunakan untuk membuat model sekumpulan paket data dan diberikan nama dengan kata benda jamak, misalnya Mahasiswa.
4. Data Flow / Alur Data
Sebuah data flow / alur data digambarkan dengan anak panah, yang menunjukkan arah menuju ke dan keluar dari suatu proses. Alur data ini digunakan untuk menerangkan perpindahan data atau paket data/informasi dari satu bagian sistem ke bagian lainnya.


C. Bentuk DFD


DFD terdapat dua jenis, yaitu Diagram Alur Data Fisik, dan Diagram Alur Data Logika.
1. Diagram Alur Data Fisik (DADF)
DADF akan lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang ada (sistem yang lama). Untuk mendapatkan gamran sistem yang ada, maka DADF harus memiliki:
a. Proses-proses manual juga digambarkan.
b. Nama dari alur data harus memuat keterangan yang cukup terinci untuk
menunjukkan bagaimana pemakai sistem memahami kerja sistem.
c. Simpanan data dapat menunjukkan simpanan non komputer.
d. Nama dari simpanan data harus menunjukkan tipe penerapannya apakah secara manual atau
komputerisasi. Secara manual misalnya dapat menunjukkan buku catatat, meja pekerja.
Sedang cara komputerisasi misalnya menunjukkan file urut, file database.
2. Diagram Alur Data Logika (DADL)
DAD akan lebih efektif digunakan untuk menggambarkan sistem yang akan diusulkan (sistem yang baru). Untuk sistem komputerisasi, menggambarkan DADL hanya menunjukkan kebutuhan proses dari sistem yang diusulkan secara logika, biasanya proses-proses yang digambarkan hanya merupakan proses-proses secara komputer saja.


D. Syarat - Syarat Pembuatan DFD


Syarat pembuatan DFD adalah:
1. Pemberian nama untuk tiap komponen DFD
2. Pemberian nomor pada komponen proses
3. Penggambaran DFD sesering mungkin agar enak dilihat
4. Penghindaran penggambaran DFD yang rumit
5. Pemastian DFD yang dibentuk itu konsiten secara logika

Low Level User Interface (Sistem Koordinat)

  1. Sistem Koordinat

image

image

image

imageimage

Low Level User Interface (Menggambar Segi Empat)

  1. Menggambar Segi Empat

image

image

imageimage

Low Level User Interface (Menggambar Garis dengan Warna)

  1. Menggambar Garis dengan Warna

image

image

imageimage

Low Level User Interface (Menggambar Teks)

  1. Menggambar Teks

image

image

imageimage

 

High Level User Interface (Data Field)

  1. Data Field

image

image

imageimageimageimage

Selasa, 09 November 2010

High Level User Interface (Choice Group)

  1. Choice Group

image

image

imageimageimage

High Level User Interface (Penggunaan List)

  1. Penggunaan List
image

image

image

imageimageimage

High Level User Interface (Penggunaan Alert)

  1. Penggunaan Alert
image

image

image

imageimageimageimage

imageimageimageimage

Pemilihan Supplier

Sebuah perusahaan disaat membuat suatu produk tidak terlepas dari pihak ketiga yang berguna sebagai supplier. Contohnya sebuah perusahaan roti kukus. Sebelum menghasilkan sebuah produk roti kukus maka perusahaan harus memiliki supplier-suplier seperti, supplier telur; supplier terigu; supplier gula; supplier vanili; supplier mentega; dan supplier supplier selai rasa.

Cara Memilih Suplier roti kukus:

1. Perbandingan Harga

Carilah supplier sebanyak mungkin agar dapat membandingkan harga yang ditawarkan oleh masing-msing supplier.

2. Perbandingan Kualitas

Carilah kualitas barang dari tiap-tiap supplier dan sesuaikan dengan produk yang akan dibuat.

3. Perbandingan Jarak

Carilah jarak supplier yang tidak terlalu jauh, dikarenakan semakin jauh jarak supplier maka akan menghasilkan pengeluaran yang tidak sedikit dalam hal transportasi.

4. Ketepatan waktu pengiriman

Carilah supplier yang dapat memprediksikan ketepatan waktu kirim, dikarenakan agar saat produksi berlangsung maka tidak adanya keterlambatan bahan-bahan olahan.

5. Struktur Organisasi yang rapih

Carilah supplier yang memiliki pengelolaan management yang tersusun agar saat perjanjian bisnis berlangsung terminimalisirnya keterlambatan atau kesalahan pengiriman.

6. Lakukan Pemilihan supplier lebih dari satu.

Carilah supplier lebih dari satu, untuk dapat meminimaliris apa bila di salah satu supplier terdapat ketidak mampuan untuk memenuhi target pengiriman bahan.

Rabu, 03 November 2010